LSI : Bangun Kembali Citra Politisi Bebas Korupsi
Ary Wibowo | Asep Candra | Minggu, 2 Oktober 2011 | 18:00 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi adalah profesi yang seharusnya mulia di mata publik. Arahan dan leadership politisi akan sulit diikuti publik jika tingkat kepercayaan atas politisi sedemikian rendah. Citra politisi harus ditingkatkan untuk membangun kembali spirit reformasi.
Demikian diungkapkan Ardian Sopa, peneliti Lingkaran Survey Indonesia (LSI) dalam jumpa pers saat menyampaikan hasil survey "Turunnya Citra Politisi di Mata Masyarakat" di Kantor LSI, Jakarta, Minggu (2/10/2011).
Menurut Ardian, ada dua jalan yang harus ditempuh untuk membangun kembali citra politisi di mata publik. "Pertama, harus diterapkannya hukuman yang keras, tegas dan konsisten untuk menimbulkan efek jera bagi politisi yang menyimpang," ujar Ardian.
Dikatakan Ardian, hukuman tersebut harus dilakukan karena saat ini ada "pemain baru" yang sangat berpengaruh di Badan Anggaran DPR RI. Menurutnya, berbagai lapisan masyarakat dan media massa harus menyatukan kekuatan di belakang Komisi Pemberantasan Korupsi agar berani membongkar korupsi sampai ke akar-akarnya.
"Badan Anggaran DPR tetap sebagai institusi yang dihormati. Tapi, oknum lintas partai yang mengkomersialkan diskresi Banggar harus dihukum dan dibongkar sampai ke hulunya," kata Ardian.
Kedua, lanjut Ardian, pola rekrutmen juga harus diperketat di semua lapisan dalam menjaring calon-calon anggota DPR, pimpinan daerah, menteri-menteri, hingga calon Presiden. Rekrutmen itu, kata Ardian, harus juga memperhitungkan kompetensi teknis, dan integritas intelektual atau moral dari para calon tersebut.
"Jadi tak ada negara yang kuat tanpa partai politik yang kuat. Tak ada partai politik yang kuat, tanpa politisi yang dipercaya publik. Tidak ada juga politisi yang dipercaya publik tanpa perilaku politisi yang bersih. Oleh karena itu, sekarang saatnya bersih-bersih di kalangan politisi, termasuk di kalangan oknum banggar DPR," tegas Ardian.
No comments:
Post a Comment