Tuesday, 8 November 2011

Leadership Presiden Yudhoyono di Mata Publik Merosot Tajam

June 26 | Posted by Kang Admin | Nasional Tags: di Mata Publik Merosot Tajam, Leadership, Presiden Yudhoyono, SBY

JAKARTA – Lembaga riset independen, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), merilis hasil survei terbarunya tentang kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan kabinetnya. Ternyata, kepuasan publik atas kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus melorot. Untuk pertama kali sejak menang dalam Pilpres 2009, kepuasan pemilih turun hingga di bawah 50 persen.
Hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bertajuk ‘Merosotnya Leadership SBY di Mata Publik’ itu diekspose di kantor LSI, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (26/6/2011). Dibandingkan dengan Januari 2011, kepuasan publik atas kinerja SBY di Juni 2011 ini turun 9,5 persen, yakni dari 56,7 persen ke 47,2 persen. “50 persen itu batas mayoritas. Kalau di bawah 50 persen ini berarti sudah critical time buat SBY,” kata peneliti senior LSI, Sunarto Ciptoharjono.
Merosotnya kepuasan publik atas kinerja SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu menyebar ke aneka ragam segmen. Kepuasan pemilih atas kinerja SBY di kota lebih kecil (38,9 persen) dibandingkan di desa (52,5 persen). Kepuasaan kinerja SBY di kalangan pendidikan tinggi juga lebih kecil (39,5 persen) dibanding di kalangan pendidikan SMP ke bawah (di atas 50 persen).
Sunarto menjelaskan, setidaknya ada empat hal yang menyebabkan merosotnya kepuasan publik atas kinerja SBY. Pertama, semakin banyak kasus besar nasional yang tidak tuntas di bawah kepemimpinan SBY. Kedua, SBY terlalu reaktif atas kasus yang menyerang pribadinya. “Ini justru dianggap bukan karakter strong leader,” ujar Direktur Lembaga Survei Kebijakan Publik, salah satu jaringan LSI.
Penyebab merosotnya kepuasan publik atas kinerja SBY ketiga, lanjut Sunarto, adalah karena SBY tidak memiliki operator politik yang tangguh untuk membantunya menuntaskan masalah. Penyebab keempat yakni berkembangnya kasus dugaan korupsi di ‘kandang’ SBY sendiri: Partai Demokrat. “Nazaruddin dan petinggi Demokrat yang diduga terlibat kasus korupsi bukan saja merusak citra antikorupsi SBY. Ia juga membuat publik meragukan kemampuan SBY untuk mengendalikan kadernya sendiri,” ujar Sunarto.
Survei ini dilakukan di lapangan dari tanggal 1 Juni – 7 Juni 2011. 1.200 Responden dipilih secara acak yang mewakili 33 provinsi, disurvei dengan metode wawancara tatap muka. Margin of error plus minus 2,9 persen. LSI mengaku survei yang dilakukannya tanpa pesanan pihak mana pun. Ada pun pembiayan diambil dari anggaran LSI, yang memang dialokasikan khusus dari hasil profit. “Jadi ini survei independen,” imbuhnya. (Alde)

BOGORONLINE.COM

No comments:

Post a Comment